Banyak artikel atau tulisan yang mengisahkan tentang
Kiansantang dan sebagian diantaranya bertolak belakang antara cerita satu
dengan cerita lainnya, namun itu tidak bisa disalahkan karena ada bukti—bukti
yang memperkuat tulisan mereka. Ada versi yang mengatakan bahwa Kiansantang
keturunan Tarumanegara yang hidup pada abad ke 6 masehi dan merupakan anak dari
Prabu Damunawan dan Sobakencana. Dan ada juga versi yang mengatakan bahwa Kiansantang
keturunan Pajajaran yang hidup pada abad ke 13-14 masehi dan merupakan anak
dari Prabu Siliwangi dan Nyi Subang Larang. Wallahu’alam. Pada penulisan ini
saya menggabungkan sumber-sumber bacaan tentang Kiansantang, yang satu sama
lain ceritanya agak bertentangan. Setelah saya baca dengan seksama maka jadilah
artikel saya ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
18.2.12
16.2.12
Wayang Golek
1.Asal-usul
Asal mula wayang golek tidak diketahui secara jelas karena tidak ada keterangan lengkap, baik tertulis maupun lisan. Kehadiran wayang golek tidak dapat dipisahkan dari wayang kulit karena wayang golek merupakan perkembangan dari wayang kulit. Namun demikian, Salmun (1986) menyebutkan bahwa pada tahun 1583 Masehi Sunan Kudus membuat wayang dari kayu yang kemudian disebut wayang golek yang dapat dipentaskan pada siang hari.
Asal mula wayang golek tidak diketahui secara jelas karena tidak ada keterangan lengkap, baik tertulis maupun lisan. Kehadiran wayang golek tidak dapat dipisahkan dari wayang kulit karena wayang golek merupakan perkembangan dari wayang kulit. Namun demikian, Salmun (1986) menyebutkan bahwa pada tahun 1583 Masehi Sunan Kudus membuat wayang dari kayu yang kemudian disebut wayang golek yang dapat dipentaskan pada siang hari.
29.1.12
Kerajaan Pajajaran
Kerajaan
Pajajaran adalah nama lain dari Kerajaan
Sunda saat kerajaan ini beribukota di kota Pajajaran atau Pakuan
Pajajaran (Bogor) di Jawa Barat. Kata Pakuan sendiri berasal dari kata
Pakuwuan yang berarti kota. Pada masa lalu, di Asia Tenggara ada kebiasaan
menyebut nama kerajaan dengan nama ibu kotanya. Beberapa catatan menyebutkan
bahwa kerajaan ini didirikan tahun 923 oleh Sri Jayabhupati, seperti yang
disebutkan dalam Prasasti Sanghyang Tapak.
Langganan:
Postingan (Atom)

